Topik yang tiada pernah habisnya.
"Cinta itu sebenarnya apa?" Ini adalah contoh pertanyaan yang sering ditanyakan oleh orang awam yang belum mengenal cinta. Kali ini, saya lontarkan pertanyaan tidak berbobot itu kepada Anda sekalian, juga pada diri saya sendiri.
Cinta. Kata ini bisa menjadi kata benda.
"Cinta menyatukan mereka berdua." Kalimat ini menunjukkan Cinta sebagai subjek.
"Dia menodai cinta." Kalimat ini menujukkan Cinta sebagai Objek.
Pada kalimat kedua, Cinta adalah objek yang berarti sasaran. Objek, jika memakai kosakata guru bahasa saya, berarti yang menderita suatu pekerjaan. "Yang menderita" yang saya bahas disini tentu saja konotasi. Meskipun secara denotatif pun Cinta dapat mempuat orang menjadi "yang menderita". Tidak usahlah kita bahas seperti apa derita yang ditimbulkan Cinta. Cukuplah curhatan teman laki-laki anda yang kehabisan uang karena mentraktir pacarnya atau tangisan tetangga wanita anda karena melihat pacarnya menggandeng wanita lain yang ternyata sepupu pacarnya.
Cinta. Kata ini bisa juga sebagai predikat.
"Aku Cinta Kamu". Kalimat klasik yang tidak banyak mengalami variasi pengucapan. Meskipun dia bilang "aishiteru", "i love you" ataupun "ich liebe die", ujung-ujungnya juga berarti "aku cinta kamu".
Dalam tata bahasa, predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek. Predikat harus mengandung unsur verba. - Wikipedia -
Cinta sebagai predikat berarti cintalah yang menandai subjek dan menjelaskan tentang subjek tersebut. Predikat harus mengandung unsur verba, mengimplikasikan Cinta harus menjadi suatu kata kerja atau kata yang aktif. Dapat disimpulkan Cinta itu Aktif.
Ya! Cinta itu Aktif!
Saya cinta orang itu. Tapi saya sama sekali pasif terhadap hal tersebut. Ulasan panjang dan tidak penting di atas sama sekali tidak berarti di hati saya. Di hati saya, saya masih saja bertanya "Cinta itu sebenarnya apa?" "apa itu Cinta?".
Mungkin makna cinta terlalu berat dan muluk bagi saya. Tanggung jawab terhadapnya juga sepertinya besar. Biarlah saya merasa cukup dengan kata suka. Suka, lebih membumi, dan lebih umum. "Like" berarti "suka" dalam bahasa indonesia, bisa juga berati "mirip". "Suka" itu "mirip". Kita suka karena dia mirip denga apa yang kita inginkan
Ulasan panjang diatas hanyalah sebuah basa-basi sebelum mengatakan...
"Aku Suka Kamu!"

0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih. Komentarnya sangat saya hargai dan saya tunggu-tunggu tiap hari :)