Menunggu

Menatap jam dinding. Menghitung detik demi detik. Memastikan bahwa semenit benar-benar 60 detik...

Sudah enam jam lebih aku disini. 21.600 detik. Kalau hitunganku tidak salah. Dia tidak kunjung datang juga. Kupastikan bahwa hari ini benar-benar tanggal 21 januari. Tidak biasanya dia terlambat. Handphonenya bernada sibuk tiap kupanggil. Aneh...

Kukirimkan dia pesan bahwa besok ingin bertemu dengannya.
Akupun memulai kembali menatap jam. Detik demi detik tak ada yang terlewat.

Baru 10.000 detik lebih aku menghitung. Aku sudah menyerah. Dia tak akan membalas...

4 comments:

Rosa said...

pathetic. very me. dibalas dengan jawaban: aku ingin sendiri dulu.

Setia Negara B. Tjaru said...

Hooohhh...
Iya juga ya.
Baru nyadar. Saya bisa membayangkannya...
Hahaha

Andis Mahmud said...

saya ndak ngerti ..

ini apa, Tya?

Setia Negara B. Tjaru said...

Thiar!
Namaku pake I nah.
T I A.

Ini sih labelnya (semestinya) story.
Cerita ngarang geje.

Post a Comment

Terima Kasih. Komentarnya sangat saya hargai dan saya tunggu-tunggu tiap hari :)

 
Share Me!